Kali ini istirahat sejenak dari konspirasi. Saya akan mencoba merangkum kehebatan teknologi-teknologi kuno yang sering kita identikkan dengan 'manusia bodoh' dengan perbandingan teknologi kita. Jika anda masih menganggap mereka manusia bodoh, bersiaplah untuk heran, teknologi mereka masih membuat para ahli bingung.
Mungkin ada yang masih beranggapan, peradaban macam apa yang bisa dibanggakan dari mereka. Tengang saja, sebentar lagi saya akan membuat anda beranggapan jika menara Eifel, Patung Liberty, dan menara Pisa di Italia akan dipecundangi oleh teknologi zaman kuno.
Dalam artikel ini saya hanya akan merangkum, tidak akan membahas apa yang terjadi dengan teknologi mereka. Saya hanya akan memberikan perician mengenai spesifikasi 'produk' mereka untuk selanjutnya bisa anda sendiri bandingkan dengan teknologi kita di zaman sekarang ini, menara Eifel, Patung Liberty, atau gedung Burj Dubai sekalipun. Dan anda akan melihat alasan utama mengapa para ilmuwan ingin menciptakan mesin waktu.
OK! kita mulai dari yang paling asing di telinga anda!
Aswan Obelisk
Belum pernah dengar kan? (mudah-mudahan belum). Ok, lihat gambar dibawah.
Obelisk di atas berukuran120 kaki atau 42 meter. Menurut pengukuran, obelisk ini akan memiliki berat 1.168 ton setelah selesai.
Patung Raksasa Ramses
Belum pernah dengar juga kan? (mudah-mudahan belum juga). Check this out!
Bobotnya 1.000 ton. Patung ini diangkut dari sejauh 170 mil (270km) dengan kapal dari Aswan ke Thebes. Bukan oleh kita, tapi oleh 'mereka'.
Patung Memnon
Termasuk platform batu (tinggi 4 meter) dimana mereka berdiri, maka bobotnya masing-masing diperkirakan sekitar 700 ton. Tingginya sendiri mencapai 18 meter.
Ruang Raja di Dalam Piramida Khufu
"apa hebatnya?"
hebatnya adalah ruang ini ditutupi dengan bebatuan granit yang bobot per satu bijinya 50 sampai 70 ton. Sekedar informasi, mobil Kijang Innova bobotnya hanya 1,5 ton. Analooginya adalah, bobot satu batu sama dengan 46 lebih kijang Innova.
"wah.. keren ya.."
iya donk..
"gimana cara nyusunnya?"
meneketehe, para ahli saja geleng-geleng kepala, apalagi saya..
The Stellae of Axum
Sekarang kita menuju ke Ethiopia. Ini adalah apa yang dikenal dengan The Stellae of Axum atau juga dikenal sebagai prasasti Roma. Obelisk iini berusia 1.700 tahun dengan tinggi 24 meter dan berat 160 ton. Uniknya, obelisk ini juga dihiasi dengan pintu palsu di bagian bawah dan jendela palsu di semua sisi obelisk.
Dolmen Ganghwa, Korea
Bayangkan mereka bisa mengangkut batu penutup sebesar itu. hebat, bukan?
Itu masih kecil, perhatikan yang dibawah ini.
Ishibutai, Jepang
Yang membuat saya bingung dengan bangunan mereka, adalah teknologi mereka untuk mengangkut bebatuan penutup bangunan di atasnya. Kenapa tidak menggunakan kayu saja? Jika mereka masih ada, pasti pertanyaan saya akan dijawab, "ah mas, kayu sih terlalu kecil.."
PUMAPUNKU
Ini yang terakhir dan merupakan salah satu misteri favorit saya. Pumapunku jika diterjemahkan memiliki makna 'Door of the Puma'. Yang membuatnya aneh, selain blok-blok satuan batunya yang berkisar antara 100 sampai 150 ton, adalah pola-pola yang terdapat pada setiap blok batu yang seperti dibuat menggunakan mesin. OK! perhatikan data visual dibawah.
Lubang kecil berdiameter 6mm di atas terlihat teratur seperti dibor. Jarak antara satu lubang dengan lubang yang lain pun sangat teratur.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 27 April 2011
Senin, 11 April 2011
Legenda Kuda “Berkeringat Darah” Ditemukan Kembali
Posted By:
Suwardi Ady
on 06.34
Baru-baru
ini, tulang belulang 80 kuda digali dari lubang makam bagian bawah
Kekaisaran Wudi, yang hidup lebih dari 2000 tahun pada masa Dinasti Han.
Penemuan tersebut menghidupkan lagi sebuah legenda tentang kuda
‘berkeringat darah’ di China Kuno.
Cerita
Wudi mengenai “Silk Road” dan kuda “berkeringat darah” telah menjadi
legenda dalam budaya China dan banyak orang tertarik dengan kuda
legendaris yang telah lama hilang
Yang
Wuzhan, seorang arkelogis yang mengambil bagian dalam penggalian makam
Kaisar Wudi, mengatakan bahwa pada saat melakukan penggalian dua lubang
makam pada September 2009 lalu, tim mereka mendapat 40 tulang-telulang
kuda.
Dari
hasil laboratorium terhadap fosil tersebut, dikonfirmasi ternyata
semuanya adalah kuda laki-laki dewasa. “Para ilmuwan akan segera
melakukan tes DNA berharap untuk menentukan gen dari kuda itu,” kata Wuzhan .
Hari ini, kuda itu diidentifikasi sebagai Akhal-Teke, salah satu keturunan kuda tertua di dunia dan paling unik.
Dalam
catatan Cina, Kaisar Wudi menulis bahwa kuda tersebut berkembang biak.
Dalam sebuah puisi ia menulis tentang -Akhal Teke, merupakan “kuda
surga.”
Kuda
tersebut dikenal memiliki daya tahanm kecepatan dan keringat dari
cairan darah seperti seperti gallops. Hal ini juga diyakini sebagai kuda
yang ditunggangi oleh Genghis Khan (1167-1227).
Kaisar
Wudi dikenal karena telah membuka Silk Road, sebuah jalur perdagangan
kuno yang menghubungkan Asia dan Eropa. Pembangunan makam kaisar
tersebut dimulai pada 139 SM, setahun setelah ia bertakhta di usia 16
tahun. Dan dibutuhkan waktu selama 53 tahun untuk membangunnya.
Makam tersebut memiliki lebih dari 400 lubang pengorbanan, lebih dari makam Qin Shihuang, “kaisar pertama” dari China.
Kamis, 07 April 2011
10 Film Pertama Indonesia
Posted By:
Suwardi Ady
on 06.08
1. Loetoeng Kasaroeng (1926)

Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.
2. Eulis Atjih (1927)

Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film ini diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu. Kisah Eulis Atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin.
3. Lily Van Java (1928)

Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928. Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang, dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong, karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film. Pada akhirnya, film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak. Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.
4. Resia Boroboedoer (1928)

Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young, merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guci berisi abu sang Buddha Gautama.
5. Setangan Berloemoer Darah (1928)
Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.
6. Njai Dasima I (1929)

Film ini berasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil dari kisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yang terjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun 1813-1820-an. Nyai Dasima, seorang gadis yang berasal dari Kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William. Oleh sebab itu, akhirnya ia pindah ke Betawi/Batavia. Karena kecantikan dan kekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung untuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnya Nyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.
7. Rampok Preanger (1929)
Ibu Ining tidak pernah menduduki bangku sekolah, tahun 1920-an adalah seorang penyanyi keroncong terkenal pada Radio Bandung (NIROM) yang sering pula menyanyi berkeliling di daerah sekitar Bandung. Kemudian ia memasuki dunia tonil sebagai pemain sekaligus sebagai penyanyi yang mengadakan pagelaran keliling di daerah Priangan Timur. Main film tahun 1928 yang berlanjut dengan 3 film berikutnya. Film-film itu seluruhnya film bisu. Ketika Halimoen Film ditutup tahun 1932, hilang pulalah Ibu Ining dari dunia film. Namun sampai pecahnya PD II, ia masih terus menyanyi dan sempat pula membuat rekaman di Singapura dan Malaya. Pada tahun 1935 ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun karena sakit lever.
8. Si Tjonat (1929)
Cerita dalam film ini berputar pada kisah seseorang yang dijuluki si Tjonat. Nakal sejak kecil, si Tjonat (Lie A Tjip) melarikan diri ke Batavia (Jakarta) setelah membunuh temannya. Di kota ini ia menjadi jongos seorang Belanda, bukannya berterima kasih karena mendapat pekerjaan, ia juga menggerogoti harta nyai tuannya itu. Tak lama kemudian ia beralih profesi menjadi seorang perampok dan jatuh cinta kepada Lie Gouw Nio (Ku Fung May). Namun cintanya bertepuk sebelah tangan, penolakan Gouw Nio membuatnya dibawa lari oleh si Tjonat. Usaha jahat itu dicegah oleh Thio Sing Sang (Herman Sim) yang gagah perkasa.
9. Si Ronda (1930)

Film ini disutradaria oleh Lie Tek Swie & A. LOEPIAS (Director of Photography), dan dibintangi oleh Bachtiar Efendy & Momo. Film ini bercerita tentang kisah seorang jagoan perkelahian yang mengandung unsur kebudayaan Cina.
10. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)

Film bersuara pertama di Indonesia, film ini menceritakan tentang hubungan antar etnis Cina & pribumi. Dalam film ini, The Teng Chun bertindak sebagai sutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernah dipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan cerita saja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan oleh pengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.
Bonus
Darah dan Doa (1950), film pertama Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia

Darah dan Doa adalah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini 30 Maret 1950, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional. Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjadi tawanannya.
Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.
2. Eulis Atjih (1927)
Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film ini diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu. Kisah Eulis Atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin.
3. Lily Van Java (1928)
Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928. Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang, dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong, karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film. Pada akhirnya, film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak. Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.
4. Resia Boroboedoer (1928)
Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young, merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guci berisi abu sang Buddha Gautama.
5. Setangan Berloemoer Darah (1928)
Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.
6. Njai Dasima I (1929)
Film ini berasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil dari kisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yang terjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun 1813-1820-an. Nyai Dasima, seorang gadis yang berasal dari Kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William. Oleh sebab itu, akhirnya ia pindah ke Betawi/Batavia. Karena kecantikan dan kekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung untuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnya Nyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.
7. Rampok Preanger (1929)
Ibu Ining tidak pernah menduduki bangku sekolah, tahun 1920-an adalah seorang penyanyi keroncong terkenal pada Radio Bandung (NIROM) yang sering pula menyanyi berkeliling di daerah sekitar Bandung. Kemudian ia memasuki dunia tonil sebagai pemain sekaligus sebagai penyanyi yang mengadakan pagelaran keliling di daerah Priangan Timur. Main film tahun 1928 yang berlanjut dengan 3 film berikutnya. Film-film itu seluruhnya film bisu. Ketika Halimoen Film ditutup tahun 1932, hilang pulalah Ibu Ining dari dunia film. Namun sampai pecahnya PD II, ia masih terus menyanyi dan sempat pula membuat rekaman di Singapura dan Malaya. Pada tahun 1935 ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun karena sakit lever.
8. Si Tjonat (1929)
Cerita dalam film ini berputar pada kisah seseorang yang dijuluki si Tjonat. Nakal sejak kecil, si Tjonat (Lie A Tjip) melarikan diri ke Batavia (Jakarta) setelah membunuh temannya. Di kota ini ia menjadi jongos seorang Belanda, bukannya berterima kasih karena mendapat pekerjaan, ia juga menggerogoti harta nyai tuannya itu. Tak lama kemudian ia beralih profesi menjadi seorang perampok dan jatuh cinta kepada Lie Gouw Nio (Ku Fung May). Namun cintanya bertepuk sebelah tangan, penolakan Gouw Nio membuatnya dibawa lari oleh si Tjonat. Usaha jahat itu dicegah oleh Thio Sing Sang (Herman Sim) yang gagah perkasa.
9. Si Ronda (1930)
Film ini disutradaria oleh Lie Tek Swie & A. LOEPIAS (Director of Photography), dan dibintangi oleh Bachtiar Efendy & Momo. Film ini bercerita tentang kisah seorang jagoan perkelahian yang mengandung unsur kebudayaan Cina.
10. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)
Film bersuara pertama di Indonesia, film ini menceritakan tentang hubungan antar etnis Cina & pribumi. Dalam film ini, The Teng Chun bertindak sebagai sutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernah dipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan cerita saja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan oleh pengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.
Bonus
Darah dan Doa (1950), film pertama Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia
Darah dan Doa adalah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini 30 Maret 1950, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional. Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjadi tawanannya.
Kamis, 24 Maret 2011
Cari Piramida Indonesia, Para Arkeolog Membongkar Isi Perut Gunung Lalakon
Posted By:
Suwardi Ady
on 23.50
Tim
Turangga Seta yang melakukan penggalian di Gunung Lalakon, Soreang,
Bandung, Jawa Barat, sejak Senin pekan ini berhasil menemukan beberapa
batuboulder yang mereka duga batu penutup bangunan piramida. Batu-batu boulder
itu ditemukan di lubang penggalian dengan lebar sekitar 3 meter,
panjang 5 meter, dan kedalaman hingga 4 meter, yang terletak di
koordinat 6° 57,5' Lintang Selatan, 107° 31,239' Bujur Timur, serta
ketinggian 986 meter di atas permukaan laut. Batu-batuboulder
tersebut panjangnya bervariasi, antara 1,1 meter hingga 2 meter, dengan
besar yang kurang lebih sama, yakni selebar 30-40 sentimeter (cm) serta
tersusun rapi dan teratur.
Tak
heran isue ini membawakan para arkeolog untuk berkumpul di Gunung
Lalakon, para arkeolog berusaha membuktikan kebenaran adanya piramida
Indonesia yang tertanam dalam perut gunung Lalakon, simak cerita
Membongkar isi perut gunung lalakon hasil sorotan vivanews.com dibawah
ini.
Stadion
Si Jalak Harupat terlihat samar-samar. Dari ketinggian 986 meter di
atas permukaan laut, stadion berkapasitas 40 ribu orang itu terlihat
hanya sebesar ujung jari, di antara luasnya hamparan wilayah Soreang
Bandung Jawa Barat.
Rabu
16 Maret 2011, siang itu, udara cerah menaungi puncak Gunung Lalakon.
Semilir angin sesekali mengembus perlahan, menawar terik yang mulai
menyengat. Tapi belasan orang terlihat masih semangat bekerja di sebuah
lubang sepanjang 5 meter, selebar 3 meter, dan sedalam 4 meter.
Seorang
mencangkul, dua orang mengangkut sisa tanah dengan karung, dua orang
lagi menyambut karung itu, mengopernya lagi secara estafet ke dua orang
di atasnya hingga tanah berlabuh di gundukan tak jauh dari lubang
penggalian.
Biasanya hanya dua orang yang biasa mangkal di puncak gunung, yakni para penjaga menarabase transceiver station
(BTS). Tak banyak orang yang naik kesitu, mengingat medan yang lumayan
menanjak, dan butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke lokasi itu.
Namun,
sejak Senin 14 Maret 2011, belasan anggota komunitas pecinta sejarah
nusantara Turangga Seta melakukan penggalian untuk membuktikan
keberadaan bangunan piramida di bawah Gunung Lalakon, seperti yang telah
mereka yakini sebelumnya.
Keyakinan yang membuncah pada diri mereka tak datang begitu saja. Tak hanya berbekalwangsit
dari 'leluhur', awal Februari lalu, bersama tim peneliti terdiri para
pakar geologi kawakan: Danny Hilman Natawidjaja, Eko Yulianto, dan
Andang Bachtiar, melakukan uji geo listrik di beberapa bukit, termasuk
di Gunung Lalakon dan Gunung Sadahurip.
Hasilnya,
salah satu anggota tim peneliti yang notabene merupakan pakar geologi
senior, Andang Bachtiar, mengatakan hasil uji geolistrik menemukan
struktur yang tidak alamiah. "Selama ini saya tidak pernah menemukan
struktur subsurface seperti ini. Ini unnatural (tidak alamiah - red)," katanya.
Sementara itu, Lutfi Yondri dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit A
rkenas)
Balai Arkeologi Bandung, yang telah melihat uji geolistrik itu, secara
selintas memperkirakan struktur di Gunung Lalakon dan Sadahurip bukan
mirip piramida melainkan struktur teras piramid.
"Dari
peta geolistriknya yang baru satu lintasan, saya baru melihat
teras-teras. Kalau teras-teras yang diketemukan, saya cenderung
mengatakan itu teras piramid," kata Lutfi.
Menurut
Lutfi, di Indonesia ada bangunan teras piramid peninggalan megalitik
yakni Lebak Cibedug, yang terletak di Desa Citorek Barat, Kecamatan
Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Namun,
kata Lutfi, dari nomenklatur arsitektur maupun arkeologi, klaim
keberadaan piramida sudah tidak tepat. Hasil pembacaan geolistrik, kata
dia, juga mengatakan itu bukan piramida. "Dari hasil geolistrik,
berbentuk tangga. Itu sudah berbeda. Namun hal ini penting
ditindaklanjuti."
***
Berbekal
pendapat Andang tadi, Turangga Seta tak sabar segera membuktikannya.
Karena merasa respon Puslit Arkenas kurang, maka Turangga Seta melakukan
penggalian sendiri.
Hingga
kini, mereka memang belum menemukan bangunan piramida yang mereka cari.
Setidaknya, penggalian berjalan lancar, berada di jalur yang sudah
mereka perkirakan sebelumnya, sesuai hasil uji geolistrik yang mereka
dapatkan.
Di bawah lapisan permukaan (top soil) mereka menemukan batuan-batuan boulder
andesit di kedalaman 1 - 1,6 meter. Setelah itu lapisan batu cadas
sedalam 20 cm, kemudian tanah beserta lempung sedalam 20 cm, kemudian
batu cadas lagi, hingga akhirnya ditemukan lagi batuan boulder andesit di kedalaman sekitar 3,5 meter.
Batu-batu boulder
yang ditemukan, mereka perkirakan merupakan batu-batu bronjongan
penutup bangunan piramida. Batu-batu itu memiliki ukuran yang kurang
lebih sama, panjang antara 1 - 2 meter, dengan lebar dan ketebalan 30-50
cm.
Kebetulan
atau tidak, batu-batu boulder itu berjejer rapi membentuk sudut sekitar
30 derajat dengan garis horizontal. Pendiri kelompok Turangga Seta
Agung Bimo Sutedjo memperkirakan, batu-batu tadi sengaja dipasang
demikian untuk memperkuat lapisan tanah penutup bangunan piramida, agar
tidak longsor.
"Bronjongan-bronjongan
tadi seolah-olah tersusun secara teratur dengan sudut kemiringan 30
derajat. Bahasa kaki limanya, seolah-olah tak datang seenak jidatnya.
Siapa yang mengatur?Wallahua'lam bish shawab," ujar Engkon
Kertapati, peneliti Pusat Survei Geologi Badan Geologi Departemen ESDM
Bandung, yang datang ke lokasi penggalian, Rabu 16 Maret 2011.
Engkon
tidak menampik bahwa mungkin memang ada campur tangan atau ada
gaya-gaya di luar kemampuan alamiah yang menyebabkan batu-batu bronjong
tadi tersusun secara seragam.
Namun,
ia juga tidak menutup kemungkinan bila batuan andesit di Gunung Lalakon
mengalami pelapukan secara alamiah sehingga secara 'kebetulan'
membentuk batu-batu andesit padat yang seolah-olah berbaris sejajar ke
arah sudut kemiringan 30 derajat.
***
Agaknya,
tak cuma Engkon yang tertarik meneliti Gunung Lalakon. Kamis 17 Maret
2011, pakar geologi yang terkenal sebagai pakar gempa Padang dan
Mentawai, Danny Hilman dan Eko Yulianto juga datang ke puncak Gunung
Lalakon.
Namun, tak seperti Engkon yang masih membuka kemungkinan bahwa batu-batu boulderyang
ditemukan seperti ditata secara sengaja, Danny dan Eko justru
berpendapat bahwa 'batu-batu bronjongan' tadi belum membuktikan apa-apa.
"Mana yang aneh? Ini hal yang biasa dalam geologi," kata Danny kepada VIVAnews,
di puncak Lalakon, Kamis 17 Maret 2011. Menurut Danny batu-batu boulder
besar yang tersusun berjejer itu adalah endapan lahar dari gunung
berapi.
Danny menambahkan, secara sekilas, batu-batu itu bisa dikatakan merupakan joint atau kekar yang merupakan rekahan batuan yang terbentuk teratur karena pelapukan alami.
Saat
ditanya komentarnya tentang hasil uji geolistrik yang menemukan
struktur yang mirip dengan bentuk piramid, Danny mengatakan bahwa hasil
uji itu tidak bisa diinterpretasikan begitu saja. Sebab, tetap harus
diuji dengan metode lain.
"Geolistrik
itu kan pemodelan dari perekaman sifat resistivitas batuan. Tapi itu
bukan seperti uji seismik, yang memantulkan apa yang ada didalam, ini
sinyal resistivitas," kata Danny.
Sementara
itu, menurut Engkon, hasil uji geolistrik Gunung Lalakon memang
seolah-olah menunjukkan suatu struktur lapisan yang teratur. Terdapat
lapisan batuan yang keras dan lebih lunak, dan membentuk pola yang
berulang.
Namun,
ia mengingatkan bahwa geolistrik hanya mengukur resistivitas batuan,
tapi tidak memastikan tipe batuan. "Boleh jadi resistivitasnya sama.
Tapi belum tentu jenis batuannya juga sama," katanya.
***
Sejak
Rabu 16 Maret 2011 sore, tim Turangga Seta telah mengakhiri penggalian
mereka. Selain telah kehabisan logistik dan 'amunisi', surat ijin dari
pemerintah setempat juga telah berakhir. "Kami istirahat dulu, sambil
mengumpulkan kekuatan," kata Agung.
Selanjutnya,
mereka juga telah meminta Puslit Arkenas untuk memeriksa lokasi
penggalian mereka. Lutfi berjanji, Puslit Arkenas akan menyambangi
puncak Gunung Lalakon akhir pekan ini.
Setidaknya,
dari berbagai pendapat tadi, baik Danny Hilman, Engkon, maupun Lutfi
sepakat dalam satu hal. Idealnya memang perlu ada penggalian lebih
lanjut untuk memastikan ada tidaknya bangunan piramida di tempat itu.
Namun,
Danny mengingatkan bahwa lubang penggalian yang jaraknya sekitar 7
meter dari menara BTS, cukup riskan. "Agak berbahaya ini," katanya.
Menurut Engkon, penggalian masih bisa dilakukan dengan membuat sebuah
dinding penguat di sisi terdekat dengan menara.
Selain
itu, kata dia, penggalian sebaiknya dilakukan terus ke bawah, tapi
tidak mengarah ke lokasi menara. Dari hasil uji geolistrik, Engkon
memperkirakan struktur batuan keras atau bangunan yang dicari-cari akan
bisa ditemui sekitar 2 meter di bawah permukaan dasar lubang gali.
"Untuk
memastikan hasil uji geolistrik tadi, kita harus terus gali ke bawah.
Insya Allah kita akan menemukan batuan keras yang kita cari-cari," kata
Engkon.
Rabu, 09 Maret 2011
Macassar, Kota Tua Afrika Yang Didirikan Oleh Orang Indonesia
Posted By:
Suwardi Ady
on 15.58
Dahulu
kala Syeikh Yusuf Dari Sulawesi Selatan di asingkan dari Indonesia ke
Africa oleh Belanda, Di africa Beliau menyebarkan dakwah dan Ajaran
Agama Islam yang diterima oleh penduduk lokal, Beliau juga menamakan
daerah tempat beliau berdakwah sebagai Macassar sebagai rasa rindu dan
bangga jika Ia berasal dari Makassar,Indonesia. Sejak Saat itu Tempat
tersebut dikenal dengan nama Macassar
Makam Syeikh Yusuf
Cerita Komplitnya :
Seandainya
orang Eropa, macam Belanda dan Portugis tidak menjajah Indonesia,
mungkin saja kota Cape Town dan The Cape of Good Hope alias Tanjung
Harapan tak pernah ada. Kalaupun di ujung selatan Benua Afrika itu
terbentuk kota, pastilah diberi nama yang lain, dan tak jauh beda dengan
kota lain di Afrika seperti Luanda, Sierra Leon, Conakry, dan
Mogadishu.
Pemandangan Yang Ada Di Macassar
Cape
Town sungguh berbeda. Kota yang kini dihuni sekitar 3 juta jiwa itu
sebagian penduduknya berkulit putih keturunan Eropa. Karena, kota yang
dulunya bernama Kaapstad itu didirikan oleh Belanda pada 1625. Kemudian
berganti nama menjadi Cape Town setelah diambil alih Inggris pada tahun
1806
Awalnya,
Cape Town dijadikan sebagai gudang atau tempat persinggahan Belanda
dalam pelayaran ke Indonesia. Belanda mengendalikan Cape Town alias
Kapstaad dari Batavia. Karena itulah, Cape Town punya hubungan historis
yang demikian erat dengan Indonesia. Bahkan, banyak pejuang dari
Indonesia yang menentang kolonialisme Balanda diasingkan di Kaapstad.
Di Lihat Dari Google Map
Salah
satu tokoh pejuang muslim legendaris yang bermukim di Kaapstad adalah
Syeikh Yusuf asal Makassar. Tak mengherankan, di kota modern perpaduan
tiga benua yakni Asia, Afrika, dan Eropa itu ada sebuah tempat yang
sangat populer disebut sebagai Kampoeng Macassar. Ia terletak di Distrik
Stellenbosch, kawasan perkebunan anggur yang indah, sekitar 40
kilometer dari jantung kota Cape Town.
Pemandangan Lainnya Yang Indah
Kampoeng
Macassar itu dibangun oleh Syeikh Yusuf dan pengikutnya saat pertama
tiba tgl 2 April 1694. Dalam pengasingan, ia bersama 49 pengikut dan
keluarganya menggunakan kapal layar Fluyt de Voetboog. Ia gencar
menyampaikan pesan-pesan Islam, kendati dalam pengawasan ketat oleh
pihak Belanda.
Dalam
usia 73 tahun, Syeikh Yusuf mengembuskan napas terakhir. Walau ia hanya
empat tahun di Macassar, pengaruh ajarannya cukup kuat dan dilanjutkan
oleh para pengikutnya. Hingga kini, turunan Syeikh Yusuf masih banyak
dijumpai di Cape Town.
Puncak
ziarah ke makamnya dilakukan pada Hari Paskah pada bulan April, yakni
saat liburan umat Kristiani. Menurut Fatih, 45 tahun, yang mengaku masih
keturunan Makassar, kegiatan itu dilakukan karena sejak zaman dulu para
pekerja di perkebunan Belanda hanya libur pada pada Hari Paskah. Nah,
pada saat itulah mereka berkumpul. Lalu, Syeikh Yusuf Tuanta Salamaka
menyampaikan pesan-pesan Islam.
Sampai
sekarang berkumpul dan berkemah serta bazar diadakan setiap bulan April
setiap tahun. Sumber di KJRI Cape Town menyebutkan, sejumlah pejabat
Indonesia pernah berziarah ke makam Syeikh Yusuf. Beberapa bulan sebelum
lengser, Presiden Soeharto berziarah ke makam Syeikh Yusuf. Hal serupa
juga pernah dilakukan oleh Presiden Megawati dan Wakil Presiden Jusuf
Kalla.
Ajaran
Syeikh Yusuf menjadi inspirasi untuk menentang pemerintahan apartheid
di Afrika Selatan. Karena itu, ia diangkat sebagai pahlawan Afrika
Selatan. Ketika menjatuhkan pemerintah apartheid, April 1994, Nelson
Mandela menyatakan bahwa ia mendapat inspirasi dari Syeh Yusuf untuk
menentang politik perbedaaan warna kulit di Afrika Selatan.
Presiden
Afrika Selatan Thabo Mbeki juga memuji kepahlawanan Syeikh Yusuf. Pada
2005, Syeikh Yusuf dianugerahi Oliver Thambo Gold Award, penghargaan
tertinggi yang diberikan Pemerintah Afrika Selatan untuk tokoh yang
berjasa besar.
Sumber : http://jiastisipolcandradimuka.blogspot.com/2011/03/macassar-kota-tua-afrika-yang-didirikan.html
Dahulu
kala Syeikh Yusuf Dari Sulawesi Selatan di asingkan dari Indonesia ke
Africa oleh Belanda, Di africa Beliau menyebarkan dakwah dan Ajaran
Agama Islam yang diterima oleh penduduk lokal, Beliau juga menamakan
daerah tempat beliau berdakwah sebagai Macassar sebagai rasa rindu dan
bangga jika Ia berasal dari Makassar,Indonesia. Sejak Saat itu Tempat
tersebut dikenal dengan nama Macassar
Makam Syeikh Yusuf
Cerita Komplitnya :
Seandainya
orang Eropa, macam Belanda dan Portugis tidak menjajah Indonesia,
mungkin saja kota Cape Town dan The Cape of Good Hope alias Tanjung
Harapan tak pernah ada. Kalaupun di ujung selatan Benua Afrika itu
terbentuk kota, pastilah diberi nama yang lain, dan tak jauh beda dengan
kota lain di Afrika seperti Luanda, Sierra Leon, Conakry, dan
Mogadishu.
Pemandangan Yang Ada Di Macassar
Cape
Town sungguh berbeda. Kota yang kini dihuni sekitar 3 juta jiwa itu
sebagian penduduknya berkulit putih keturunan Eropa. Karena, kota yang
dulunya bernama Kaapstad itu didirikan oleh Belanda pada 1625. Kemudian
berganti nama menjadi Cape Town setelah diambil alih Inggris pada tahun
1806
Awalnya,
Cape Town dijadikan sebagai gudang atau tempat persinggahan Belanda
dalam pelayaran ke Indonesia. Belanda mengendalikan Cape Town alias
Kapstaad dari Batavia. Karena itulah, Cape Town punya hubungan historis
yang demikian erat dengan Indonesia. Bahkan, banyak pejuang dari
Indonesia yang menentang kolonialisme Balanda diasingkan di Kaapstad.
Di Lihat Dari Google Map
Salah
satu tokoh pejuang muslim legendaris yang bermukim di Kaapstad adalah
Syeikh Yusuf asal Makassar. Tak mengherankan, di kota modern perpaduan
tiga benua yakni Asia, Afrika, dan Eropa itu ada sebuah tempat yang
sangat populer disebut sebagai Kampoeng Macassar. Ia terletak di Distrik
Stellenbosch, kawasan perkebunan anggur yang indah, sekitar 40
kilometer dari jantung kota Cape Town.
Pemandangan Lainnya Yang Indah
Kampoeng
Macassar itu dibangun oleh Syeikh Yusuf dan pengikutnya saat pertama
tiba tgl 2 April 1694. Dalam pengasingan, ia bersama 49 pengikut dan
keluarganya menggunakan kapal layar Fluyt de Voetboog. Ia gencar
menyampaikan pesan-pesan Islam, kendati dalam pengawasan ketat oleh
pihak Belanda.
Dalam
usia 73 tahun, Syeikh Yusuf mengembuskan napas terakhir. Walau ia hanya
empat tahun di Macassar, pengaruh ajarannya cukup kuat dan dilanjutkan
oleh para pengikutnya. Hingga kini, turunan Syeikh Yusuf masih banyak
dijumpai di Cape Town.
Puncak
ziarah ke makamnya dilakukan pada Hari Paskah pada bulan April, yakni
saat liburan umat Kristiani. Menurut Fatih, 45 tahun, yang mengaku masih
keturunan Makassar, kegiatan itu dilakukan karena sejak zaman dulu para
pekerja di perkebunan Belanda hanya libur pada pada Hari Paskah. Nah,
pada saat itulah mereka berkumpul. Lalu, Syeikh Yusuf Tuanta Salamaka
menyampaikan pesan-pesan Islam.
Sampai
sekarang berkumpul dan berkemah serta bazar diadakan setiap bulan April
setiap tahun. Sumber di KJRI Cape Town menyebutkan, sejumlah pejabat
Indonesia pernah berziarah ke makam Syeikh Yusuf. Beberapa bulan sebelum
lengser, Presiden Soeharto berziarah ke makam Syeikh Yusuf. Hal serupa
juga pernah dilakukan oleh Presiden Megawati dan Wakil Presiden Jusuf
Kalla.
Ajaran
Syeikh Yusuf menjadi inspirasi untuk menentang pemerintahan apartheid
di Afrika Selatan. Karena itu, ia diangkat sebagai pahlawan Afrika
Selatan. Ketika menjatuhkan pemerintah apartheid, April 1994, Nelson
Mandela menyatakan bahwa ia mendapat inspirasi dari Syeh Yusuf untuk
menentang politik perbedaaan warna kulit di Afrika Selatan.
Presiden
Afrika Selatan Thabo Mbeki juga memuji kepahlawanan Syeikh Yusuf. Pada
2005, Syeikh Yusuf dianugerahi Oliver Thambo Gold Award, penghargaan
tertinggi yang diberikan Pemerintah Afrika Selatan untuk tokoh yang
berjasa besar.
Senin, 07 Maret 2011
Inilah Wajah Perempuan Berusia 700 Tahun
Posted By:
Suwardi Ady
on 14.32
Mumi Cina yang merupakan salah satu temuan paling heboh tahun ini.
Ingin
tahu bagaimana wajah perempuan Cina yang berumur 700 tahun? Coba tengok
foto di samping ini. Inilah temuan mumi terbaru di Cina, yang secara
kebetulan terungkap ketika pekerja sedang membangun jalan di Cina bagian
Timur baru baru ini.
Yang luar biasa adalah kondisi tubuh si mumi masih sangat bagus. Diperkirakan, perempuan ini adalah pejabat tinggi semasa Dinasi Ming (1368-1644). Ia ditemukan di kota Taizhou, Provinsi Jiangsu.
Yang luar biasa adalah kondisi tubuh si mumi masih sangat bagus. Diperkirakan, perempuan ini adalah pejabat tinggi semasa Dinasi Ming (1368-1644). Ia ditemukan di kota Taizhou, Provinsi Jiangsu.
Arkeolog
Cina terkejut dengan bagaimana bagusnya kondisi kulit, ramput, alis,
dan wajah si perempuan. Seakan-akan perempuan ini baru meninggal
beberapa tahun lalu. Ia mengenakan pakaian dari sutera yang masih
terawat.
Mumi
ditemukan di dalam kota kayu di kedalaman dua meter dari permukaan
tanah. Apa yang ia kenakan dan bagaimana kondisi dirinya memperlihatkan
bagaimana kehidupan masa lalu Cina. Dari ujung rambut hingga ujung kaki,
bisa disebutkan kondisi mumi ini sangat lengkap dan baik.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/11/03/04/167535-inilah-wajah-perempuan-berusia-700-tahun
Foto Sejarah India PadaTahun 1900
Posted By:
Suwardi Ady
on 13.29
This is Realy rare one about India history.
Tajmahal in agra . Reflected in in the jumuna river
Crowd watching a performing Bear, India
CRUICKSHANK Road E.S.E Past Municipal Building , Mumbai
Rajah Palace , Tanjore
Delhi Gate
Prayer Time , Court of Jummu Musjit
Drunken dance of eight-armed divintity Shiva, Elephanta india
East Wing rive cave Patna
Entrance of Tomb of Akbar, Sikandarh
IN Punjab
Fount of ablution mosque JAMa
From Clock tower Looking Noth Bombay
Hindu sculpture , Madurai
Head quarters of British agent Mt.abu
Gem lake doing penance-Exposed sun and intense fire - mt.abu
Hindu pride and bride room Bombay
Hindu fakirs on holy men by the Ganges , BanaRas India
Hindu funeral procession , Bystanders and Quaint native shop Agra
Hindu House wife's grinding flour
Hindu Pilgrims bating in scared well of their god vishnu
View in the Famous Piliwar temple
Cows in Calcutta
Weaver in kashmir
Indias of tommorow handsoms school boys in Amristor at the Golden Temple beside the holy tank
Source : http://picgetmob.blogspot.com/2011/03/india-history-in-1900-rare-photos.html
Langganan:
Postingan (Atom)














