Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

sTeknologi Batu Canggih Zaman Kuno

Kali ini istirahat sejenak dari konspirasi. Saya akan mencoba merangkum kehebatan teknologi-teknologi kuno yang sering kita identikkan dengan 'manusia bodoh' dengan perbandingan teknologi kita. Jika anda masih menganggap mereka manusia bodoh, bersiaplah untuk heran, teknologi mereka masih membuat para ahli bingung.

Mungkin ada yang masih beranggapan, peradaban macam apa yang bisa dibanggakan dari mereka. Tengang saja, sebentar lagi saya akan membuat anda beranggapan jika menara Eifel, Patung Liberty, dan menara Pisa di Italia akan dipecundangi oleh teknologi zaman kuno.
Dalam artikel ini saya hanya akan merangkum, tidak akan membahas apa yang terjadi dengan teknologi mereka. Saya hanya akan memberikan perician mengenai spesifikasi 'produk' mereka untuk selanjutnya bisa anda sendiri bandingkan dengan teknologi kita di zaman sekarang ini, menara Eifel, Patung Liberty, atau gedung Burj Dubai sekalipun. Dan anda akan melihat alasan utama mengapa para ilmuwan ingin menciptakan mesin waktu.
OK! kita mulai dari yang paling asing di telinga anda!

Aswan Obelisk
Belum pernah dengar kan? (mudah-mudahan belum). Ok, lihat gambar dibawah.


Obelisk di atas berukuran120 kaki atau 42 meter. Menurut pengukuran, obelisk ini akan memiliki berat 1.168 ton setelah selesai.

Patung Raksasa Ramses
Belum pernah dengar juga kan? (mudah-mudahan belum juga). Check this out!

Bobotnya 1.000 ton. Patung ini diangkut dari sejauh 170 mil (270km) dengan kapal dari Aswan ke Thebes. Bukan oleh kita, tapi oleh 'mereka'.

Patung Memnon

Termasuk platform batu (tinggi 4 meter) dimana mereka berdiri, maka bobotnya masing-masing diperkirakan sekitar 700 ton. Tingginya sendiri mencapai 18 meter.

Ruang Raja di Dalam Piramida Khufu
"apa hebatnya?"

hebatnya adalah ruang ini ditutupi dengan bebatuan granit yang bobot per satu bijinya 50 sampai 70 ton. Sekedar informasi, mobil Kijang Innova bobotnya hanya 1,5 ton. Analooginya adalah, bobot satu batu sama dengan 46 lebih kijang Innova.

"wah.. keren ya.."

iya donk..

"gimana cara nyusunnya?"

meneketehe, para ahli saja geleng-geleng kepala, apalagi saya..

The Stellae of Axum
Sekarang kita menuju ke Ethiopia. Ini adalah apa yang dikenal dengan The Stellae of Axum atau juga dikenal sebagai prasasti Roma. Obelisk iini berusia 1.700 tahun dengan tinggi 24 meter dan berat 160 ton. Uniknya, obelisk ini juga dihiasi dengan pintu palsu di bagian bawah dan jendela palsu di semua sisi obelisk.

Dolmen Ganghwa, Korea

Bayangkan mereka bisa mengangkut batu penutup sebesar itu. hebat, bukan?
Itu masih kecil, perhatikan yang dibawah ini.

Ishibutai, Jepang
Yang membuat saya bingung dengan bangunan mereka, adalah teknologi mereka untuk mengangkut bebatuan penutup bangunan di atasnya. Kenapa tidak menggunakan kayu saja? Jika mereka masih ada, pasti pertanyaan saya akan dijawab, "ah mas, kayu sih terlalu kecil.."

PUMAPUNKU
Ini yang terakhir dan merupakan salah satu misteri favorit saya. Pumapunku jika diterjemahkan memiliki makna 'Door of the Puma'. Yang membuatnya aneh, selain blok-blok satuan batunya yang berkisar antara 100 sampai 150 ton, adalah pola-pola yang terdapat pada setiap blok batu yang seperti dibuat menggunakan mesin. OK! perhatikan data visual dibawah.



Lubang kecil berdiameter 6mm di atas terlihat teratur seperti dibor. Jarak antara satu lubang dengan lubang yang lain pun sangat teratur.




Senin, 11 April 2011

Legenda Kuda “Berkeringat Darah” Ditemukan Kembali


Legenda Kuda “Berkeringat Darah” Ditemukan Kembali  Legenda Kuda “Berkeringat Darah” Ditemukan Kembali














Baru-baru ini, tulang belulang 80 kuda digali dari lubang makam bagian bawah Kekaisaran Wudi, yang hidup lebih dari 2000 tahun pada masa Dinasti Han. Penemuan tersebut menghidupkan lagi sebuah legenda tentang kuda ‘berkeringat darah’ di China Kuno.
Cerita Wudi mengenai “Silk Road” dan kuda “berkeringat darah” telah menjadi legenda dalam budaya China dan banyak orang tertarik dengan kuda legendaris yang telah lama hilang
Yang Wuzhan, seorang arkelogis yang mengambil bagian dalam penggalian makam Kaisar Wudi, mengatakan bahwa pada saat melakukan penggalian dua lubang makam pada September 2009 lalu, tim mereka mendapat 40 tulang-telulang kuda.
Dari hasil laboratorium terhadap fosil tersebut, dikonfirmasi ternyata semuanya adalah kuda laki-laki dewasa. “Para ilmuwan akan segera melakukan tes DNA berharap untuk menentukan gen dari kuda itu,” kata Wuzhan .
Legenda Kuda “Berkeringat Darah” Ditemukan Kembali 2  199x300 Legenda Kuda “Berkeringat Darah” Ditemukan Kembali Temuan tersebut bakal menghidupkan kembali legenda Cina berabad-abad tentang kuda berkeringat darah misterius dari Asia Tengah, “Legenda mengenai kuda itu sudah lama menghilang, sejak Kaisar Wudi menawarkan hadiah besar dan kuat bagi siapa saja yang bisa menemukan kuda ras misterius ‘berkeringat darah’ yang disebut-sebut telah menjelajahi Asia Tengah, tetapi jarang terlihat di China,” jelasWuzhan.
Hari ini, kuda itu diidentifikasi sebagai Akhal-Teke, salah satu keturunan kuda tertua di dunia dan paling unik.
Dalam catatan Cina, Kaisar Wudi menulis bahwa kuda tersebut berkembang biak. Dalam sebuah puisi ia menulis tentang -Akhal Teke, merupakan “kuda surga.”
Kuda tersebut dikenal memiliki daya tahanm kecepatan dan keringat dari cairan darah seperti seperti gallops. Hal ini juga diyakini sebagai kuda yang ditunggangi oleh Genghis Khan (1167-1227).
Kaisar Wudi dikenal karena telah membuka Silk Road, sebuah jalur perdagangan kuno yang menghubungkan Asia dan Eropa. Pembangunan makam kaisar tersebut dimulai pada 139 SM, setahun setelah ia bertakhta di usia 16 tahun. Dan dibutuhkan waktu selama 53 tahun untuk membangunnya.
Makam tersebut memiliki lebih dari 400 lubang pengorbanan, lebih dari makam Qin Shihuang, “kaisar pertama” dari China.


Kamis, 07 April 2011

10 Film Pertama Indonesia


1. Loetoeng Kasaroeng (1926)
http://hermawayne.blogspot.com
Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.

2. Eulis Atjih (1927)
http://hermawayne.blogspot.com
Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film ini diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu. Kisah Eulis Atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin.

3. Lily Van Java (1928)
http://hermawayne.blogspot.com
Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928. Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang, dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong, karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film. Pada akhirnya, film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak. Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.

4. Resia Boroboedoer (1928)
http://hermawayne.blogspot.com
Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young, merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guci berisi abu sang Buddha Gautama.

5. Setangan Berloemoer Darah (1928)
Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.

6. Njai Dasima I (1929)
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini berasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil dari kisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yang terjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun 1813-1820-an. Nyai Dasima, seorang gadis yang berasal dari Kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William. Oleh sebab itu, akhirnya ia pindah ke Betawi/Batavia. Karena kecantikan dan kekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung untuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnya Nyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.

7. Rampok Preanger (1929)
Ibu Ining tidak pernah menduduki bangku sekolah, tahun 1920-an adalah seorang penyanyi keroncong terkenal pada Radio Bandung (NIROM) yang sering pula menyanyi berkeliling di daerah sekitar Bandung. Kemudian ia memasuki dunia tonil sebagai pemain sekaligus sebagai penyanyi yang mengadakan pagelaran keliling di daerah Priangan Timur. Main film tahun 1928 yang berlanjut dengan 3 film berikutnya. Film-film itu seluruhnya film bisu. Ketika Halimoen Film ditutup tahun 1932, hilang pulalah Ibu Ining dari dunia film. Namun sampai pecahnya PD II, ia masih terus menyanyi dan sempat pula membuat rekaman di Singapura dan Malaya. Pada tahun 1935 ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun karena sakit lever.

8. Si Tjonat (1929)
Cerita dalam film ini berputar pada kisah seseorang yang dijuluki si Tjonat. Nakal sejak kecil, si Tjonat (Lie A Tjip) melarikan diri ke Batavia (Jakarta) setelah membunuh temannya. Di kota ini ia menjadi jongos seorang Belanda, bukannya berterima kasih karena mendapat pekerjaan, ia juga menggerogoti harta nyai tuannya itu. Tak lama kemudian ia beralih profesi menjadi seorang perampok dan jatuh cinta kepada Lie Gouw Nio (Ku Fung May). Namun cintanya bertepuk sebelah tangan, penolakan Gouw Nio membuatnya dibawa lari oleh si Tjonat. Usaha jahat itu dicegah oleh Thio Sing Sang (Herman Sim) yang gagah perkasa.

9. Si Ronda (1930)
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini disutradaria oleh Lie Tek Swie & A. LOEPIAS (Director of Photography), dan dibintangi oleh Bachtiar Efendy & Momo. Film ini bercerita tentang kisah seorang jagoan perkelahian yang mengandung unsur kebudayaan Cina.

10. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)
http://hermawayne.blogspot.com
Film bersuara pertama di Indonesia, film ini menceritakan tentang hubungan antar etnis Cina & pribumi. Dalam film ini, The Teng Chun bertindak sebagai sutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernah dipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan cerita saja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan oleh pengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.

Bonus
Darah dan Doa (1950), film pertama Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia
http://hermawayne.blogspot.com
Darah dan Doa adalah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini 30 Maret 1950, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional. Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjadi tawanannya.




Kamis, 24 Maret 2011

Cari Piramida Indonesia, Para Arkeolog Membongkar Isi Perut Gunung Lalakon

Tim Turangga Seta yang melakukan penggalian di Gunung Lalakon, Soreang, Bandung, Jawa Barat, sejak Senin pekan ini berhasil menemukan beberapa batuboulder yang mereka duga batu penutup bangunan piramida. Batu-batu boulder itu ditemukan di lubang penggalian dengan lebar sekitar 3 meter, panjang 5 meter, dan kedalaman hingga 4 meter, yang terletak di koordinat 6° 57,5' Lintang Selatan, 107° 31,239' Bujur Timur, serta ketinggian 986 meter di atas permukaan laut. Batu-batuboulder tersebut panjangnya bervariasi, antara 1,1 meter hingga 2 meter, dengan besar yang kurang lebih sama, yakni selebar 30-40 sentimeter (cm) serta tersusun rapi dan teratur.
Tak heran isue ini membawakan para arkeolog untuk berkumpul di Gunung Lalakon, para arkeolog berusaha membuktikan kebenaran adanya piramida Indonesia yang tertanam dalam perut gunung Lalakon, simak cerita Membongkar isi perut gunung lalakon hasil sorotan vivanews.com dibawah ini.
Stadion Si Jalak Harupat terlihat samar-samar. Dari ketinggian 986 meter di atas permukaan laut, stadion berkapasitas 40 ribu orang itu terlihat hanya sebesar ujung jari, di antara luasnya hamparan wilayah Soreang Bandung Jawa Barat.

Rabu 16 Maret 2011, siang itu, udara cerah menaungi puncak Gunung Lalakon. Semilir angin sesekali mengembus perlahan, menawar terik yang mulai menyengat. Tapi belasan orang terlihat masih semangat bekerja di sebuah lubang sepanjang 5 meter, selebar 3 meter, dan sedalam 4 meter.

Seorang mencangkul, dua orang mengangkut sisa tanah dengan karung, dua orang lagi menyambut karung itu, mengopernya lagi secara estafet ke dua orang di atasnya hingga tanah berlabuh di gundukan tak jauh dari lubang penggalian.

Biasanya hanya dua orang yang biasa mangkal di puncak gunung, yakni para penjaga menarabase transceiver station (BTS). Tak banyak orang yang naik kesitu, mengingat medan yang lumayan menanjak, dan butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke lokasi itu.

Namun, sejak Senin 14 Maret 2011, belasan anggota komunitas pecinta sejarah nusantara Turangga Seta melakukan penggalian untuk membuktikan keberadaan bangunan piramida di bawah Gunung Lalakon, seperti yang telah mereka yakini sebelumnya.

Keyakinan yang membuncah pada diri mereka tak datang begitu saja. Tak hanya berbekalwangsit dari 'leluhur', awal Februari lalu, bersama tim peneliti terdiri para pakar geologi kawakan: Danny Hilman Natawidjaja, Eko Yulianto, dan Andang Bachtiar, melakukan uji geo listrik di beberapa bukit, termasuk di Gunung Lalakon dan Gunung Sadahurip.

Hasilnya, salah satu anggota tim peneliti yang notabene merupakan pakar geologi senior, Andang Bachtiar, mengatakan hasil uji geolistrik menemukan struktur yang tidak alamiah. "Selama ini saya tidak pernah menemukan struktur subsurface seperti ini. Ini unnatural (tidak alamiah - red)," katanya.

Sementara itu, Lutfi Yondri dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit A
rkenas) Balai Arkeologi Bandung, yang telah melihat uji geolistrik itu, secara selintas memperkirakan struktur di Gunung Lalakon dan Sadahurip bukan mirip piramida melainkan struktur teras piramid.

"Dari peta geolistriknya yang baru satu lintasan, saya baru melihat teras-teras. Kalau teras-teras yang diketemukan, saya cenderung mengatakan itu teras piramid," kata Lutfi.
Menurut Lutfi, di Indonesia ada bangunan teras piramid peninggalan megalitik yakni Lebak Cibedug, yang terletak di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Namun, kata Lutfi, dari nomenklatur arsitektur maupun arkeologi, klaim keberadaan piramida sudah tidak tepat. Hasil pembacaan geolistrik, kata dia, juga mengatakan itu bukan piramida. "Dari hasil geolistrik, berbentuk tangga. Itu sudah berbeda. Namun hal ini penting ditindaklanjuti."
***
Berbekal pendapat Andang tadi, Turangga Seta tak sabar segera membuktikannya. Karena merasa respon Puslit Arkenas kurang, maka Turangga Seta melakukan penggalian sendiri.
Hingga kini, mereka memang belum menemukan bangunan piramida yang mereka cari. Setidaknya, penggalian berjalan lancar, berada di jalur yang sudah mereka perkirakan sebelumnya, sesuai hasil uji geolistrik yang mereka dapatkan.

Di bawah lapisan permukaan (top soil) mereka menemukan batuan-batuan boulder andesit di kedalaman 1 - 1,6 meter. Setelah itu lapisan batu cadas sedalam 20 cm, kemudian tanah beserta lempung sedalam 20 cm, kemudian batu cadas lagi, hingga akhirnya ditemukan lagi batuan boulder andesit di kedalaman sekitar 3,5 meter.

Batu-batu boulder yang ditemukan, mereka perkirakan merupakan batu-batu bronjongan penutup bangunan piramida. Batu-batu itu memiliki ukuran yang kurang lebih sama, panjang antara 1 - 2 meter, dengan lebar dan ketebalan 30-50 cm.

Kebetulan atau tidak, batu-batu boulder itu berjejer rapi membentuk sudut sekitar 30 derajat dengan garis horizontal. Pendiri kelompok Turangga Seta Agung Bimo Sutedjo memperkirakan, batu-batu tadi sengaja dipasang demikian untuk memperkuat lapisan tanah penutup bangunan piramida, agar tidak longsor.

Penggalian Turangga Seta di Gunung Lalakon

"Bronjongan-bronjongan tadi seolah-olah tersusun secara teratur dengan sudut kemiringan 30 derajat. Bahasa kaki limanya, seolah-olah tak datang seenak jidatnya. Siapa yang mengatur?Wallahua'lam bish shawab," ujar Engkon Kertapati, peneliti Pusat Survei Geologi Badan Geologi Departemen ESDM Bandung, yang datang ke lokasi penggalian, Rabu 16 Maret 2011.
Engkon tidak menampik bahwa mungkin memang ada campur tangan atau ada gaya-gaya di luar kemampuan alamiah yang menyebabkan batu-batu bronjong tadi tersusun secara seragam.

Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan bila batuan andesit di Gunung Lalakon mengalami pelapukan secara alamiah sehingga secara 'kebetulan' membentuk batu-batu andesit padat yang seolah-olah berbaris sejajar ke arah sudut kemiringan 30 derajat.
***
Agaknya, tak cuma Engkon yang tertarik meneliti Gunung Lalakon. Kamis 17 Maret 2011, pakar geologi yang terkenal sebagai pakar gempa Padang dan Mentawai, Danny Hilman dan Eko Yulianto juga datang ke puncak Gunung Lalakon.

Namun, tak seperti Engkon yang masih membuka kemungkinan bahwa batu-batu boulderyang ditemukan seperti ditata secara sengaja, Danny dan Eko justru berpendapat bahwa 'batu-batu bronjongan' tadi belum membuktikan apa-apa.

"Mana yang aneh? Ini hal yang biasa dalam geologi," kata Danny kepada VIVAnews, di puncak Lalakon, Kamis 17 Maret 2011. Menurut Danny batu-batu boulder besar yang tersusun berjejer itu adalah endapan lahar dari gunung berapi.

Danny menambahkan, secara sekilas, batu-batu itu bisa dikatakan merupakan joint atau kekar yang merupakan rekahan batuan yang terbentuk teratur karena pelapukan alami.

Saat ditanya komentarnya tentang hasil uji geolistrik yang menemukan struktur yang mirip dengan bentuk piramid, Danny mengatakan bahwa hasil uji itu tidak bisa diinterpretasikan begitu saja. Sebab, tetap harus diuji dengan metode lain.

"Geolistrik itu kan pemodelan dari perekaman sifat resistivitas batuan. Tapi itu bukan seperti uji seismik, yang memantulkan apa yang ada didalam, ini sinyal resistivitas," kata Danny.
Sementara itu, menurut Engkon, hasil uji geolistrik Gunung Lalakon memang seolah-olah menunjukkan suatu struktur lapisan yang teratur. Terdapat lapisan batuan yang keras dan lebih lunak, dan membentuk pola yang berulang.

Namun, ia mengingatkan bahwa geolistrik hanya mengukur resistivitas batuan, tapi tidak memastikan tipe batuan. "Boleh jadi resistivitasnya sama. Tapi belum tentu jenis batuannya juga sama," katanya.
***
Sejak Rabu 16 Maret 2011 sore, tim Turangga Seta telah mengakhiri penggalian mereka. Selain telah kehabisan logistik dan 'amunisi', surat ijin dari pemerintah setempat juga telah berakhir. "Kami istirahat dulu, sambil mengumpulkan kekuatan," kata Agung.

Selanjutnya, mereka juga telah meminta Puslit Arkenas untuk memeriksa lokasi penggalian mereka. Lutfi berjanji, Puslit Arkenas akan menyambangi puncak Gunung Lalakon akhir pekan ini.

Setidaknya, dari berbagai pendapat tadi, baik Danny Hilman, Engkon, maupun Lutfi sepakat dalam satu hal. Idealnya memang perlu ada penggalian lebih lanjut untuk memastikan ada tidaknya bangunan piramida di tempat itu.

Namun, Danny mengingatkan bahwa lubang penggalian yang jaraknya sekitar 7 meter dari menara BTS, cukup riskan. "Agak berbahaya ini," katanya. Menurut Engkon, penggalian masih bisa dilakukan dengan membuat sebuah dinding penguat di sisi terdekat dengan menara.

Selain itu, kata dia, penggalian sebaiknya dilakukan terus ke bawah, tapi tidak mengarah ke lokasi menara. Dari hasil uji geolistrik, Engkon memperkirakan struktur batuan keras atau bangunan yang dicari-cari akan bisa ditemui sekitar 2 meter di bawah permukaan dasar lubang gali.

"Untuk memastikan hasil uji geolistrik tadi, kita harus terus gali ke bawah. Insya Allah kita akan menemukan batuan keras yang kita cari-cari," kata Engkon.



Rabu, 09 Maret 2011

Macassar, Kota Tua Afrika Yang Didirikan Oleh Orang Indonesia

Dahulu kala Syeikh Yusuf Dari Sulawesi Selatan di asingkan dari Indonesia ke Africa oleh Belanda, Di africa Beliau menyebarkan dakwah dan Ajaran Agama Islam yang diterima oleh penduduk lokal, Beliau juga menamakan daerah tempat beliau berdakwah sebagai Macassar sebagai rasa rindu dan bangga jika Ia berasal dari Makassar,Indonesia. Sejak Saat itu Tempat tersebut dikenal dengan nama Macassar

Makam Syeikh Yusuf



Cerita Komplitnya :
Seandainya orang Eropa, macam Belanda dan Portugis tidak menjajah Indonesia, mungkin saja kota Cape Town dan The Cape of Good Hope alias Tanjung Harapan tak pernah ada. Kalaupun di ujung selatan Benua Afrika itu terbentuk kota, pastilah diberi nama yang lain, dan tak jauh beda dengan kota lain di Afrika seperti Luanda, Sierra Leon, Conakry, dan Mogadishu.

Pemandangan Yang Ada Di Macassar
Cape Town sungguh berbeda. Kota yang kini dihuni sekitar 3 juta jiwa itu sebagian penduduknya berkulit putih keturunan Eropa. Karena, kota yang dulunya bernama Kaapstad itu didirikan oleh Belanda pada 1625. Kemudian berganti nama menjadi Cape Town setelah diambil alih Inggris pada tahun 1806

Awalnya, Cape Town dijadikan sebagai gudang atau tempat persinggahan Belanda dalam pelayaran ke Indonesia. Belanda mengendalikan Cape Town alias Kapstaad dari Batavia. Karena itulah, Cape Town punya hubungan historis yang demikian erat dengan Indonesia. Bahkan, banyak pejuang dari Indonesia yang menentang kolonialisme Balanda diasingkan di Kaapstad.

Di Lihat Dari Google Map

Salah satu tokoh pejuang muslim legendaris yang bermukim di Kaapstad adalah Syeikh Yusuf asal Makassar. Tak mengherankan, di kota modern perpaduan tiga benua yakni Asia, Afrika, dan Eropa itu ada sebuah tempat yang sangat populer disebut sebagai Kampoeng Macassar. Ia terletak di Distrik Stellenbosch, kawasan perkebunan anggur yang indah, sekitar 40 kilometer dari jantung kota Cape Town.

Pemandangan Lainnya Yang Indah

Kampoeng Macassar itu dibangun oleh Syeikh Yusuf dan pengikutnya saat pertama tiba tgl 2 April 1694. Dalam pengasingan, ia bersama 49 pengikut dan keluarganya menggunakan kapal layar Fluyt de Voetboog. Ia gencar menyampaikan pesan-pesan Islam, kendati dalam pengawasan ketat oleh pihak Belanda.

Dalam usia 73 tahun, Syeikh Yusuf mengembuskan napas terakhir. Walau ia hanya empat tahun di Macassar, pengaruh ajarannya cukup kuat dan dilanjutkan oleh para pengikutnya. Hingga kini, turunan Syeikh Yusuf masih banyak dijumpai di Cape Town.




Puncak ziarah ke makamnya dilakukan pada Hari Paskah pada bulan April, yakni saat liburan umat Kristiani. Menurut Fatih, 45 tahun, yang mengaku masih keturunan Makassar, kegiatan itu dilakukan karena sejak zaman dulu para pekerja di perkebunan Belanda hanya libur pada pada Hari Paskah. Nah, pada saat itulah mereka berkumpul. Lalu, Syeikh Yusuf Tuanta Salamaka menyampaikan pesan-pesan Islam.



Sampai sekarang berkumpul dan berkemah serta bazar diadakan setiap bulan April setiap tahun. Sumber di KJRI Cape Town menyebutkan, sejumlah pejabat Indonesia pernah berziarah ke makam Syeikh Yusuf. Beberapa bulan sebelum lengser, Presiden Soeharto berziarah ke makam Syeikh Yusuf. Hal serupa juga pernah dilakukan oleh Presiden Megawati dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Ajaran Syeikh Yusuf menjadi inspirasi untuk menentang pemerintahan apartheid di Afrika Selatan. Karena itu, ia diangkat sebagai pahlawan Afrika Selatan. Ketika menjatuhkan pemerintah apartheid, April 1994, Nelson Mandela menyatakan bahwa ia mendapat inspirasi dari Syeh Yusuf untuk menentang politik perbedaaan warna kulit di Afrika Selatan.

Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki juga memuji kepahlawanan Syeikh Yusuf. Pada 2005, Syeikh Yusuf dianugerahi Oliver Thambo Gold Award, penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Afrika Selatan untuk tokoh yang berjasa besar.

Sumber : http://jiastisipolcandradimuka.blogspot.com/2011/03/macassar-kota-tua-afrika-yang-didirikan.html



Senin, 07 Maret 2011

Inilah Wajah Perempuan Berusia 700 Tahun

Inilah Wajah Perempuan Berusia 700 Tahun
Mumi Cina yang merupakan salah satu temuan paling heboh tahun ini.

Ingin tahu bagaimana wajah perempuan Cina yang berumur 700 tahun? Coba tengok foto di samping ini. Inilah temuan mumi terbaru di Cina, yang secara kebetulan terungkap ketika pekerja sedang membangun jalan di Cina bagian Timur baru baru ini.

Yang luar biasa adalah kondisi tubuh si mumi masih sangat bagus. Diperkirakan, perempuan ini adalah pejabat tinggi semasa Dinasi Ming (1368-1644). Ia ditemukan di kota Taizhou, Provinsi Jiangsu.
Arkeolog Cina terkejut dengan bagaimana bagusnya kondisi kulit, ramput, alis, dan wajah si perempuan. Seakan-akan perempuan ini baru meninggal beberapa tahun lalu. Ia mengenakan pakaian dari sutera yang masih terawat.
Mumi ditemukan di dalam kota kayu di kedalaman dua meter dari permukaan tanah. Apa yang ia kenakan dan bagaimana kondisi dirinya memperlihatkan bagaimana kehidupan masa lalu Cina. Dari ujung rambut hingga ujung kaki, bisa disebutkan kondisi mumi ini sangat lengkap dan baik.
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/11/03/04/167535-inilah-wajah-perempuan-berusia-700-tahun



Foto Sejarah India PadaTahun 1900

This is Realy rare one about India history.
Tajmahal in agra . Reflected in in the jumuna river
Crowd watching a performing Bear, India
CRUICKSHANK Road E.S.E Past Municipal Building , Mumbai
Rajah Palace , Tanjore
Delhi Gate
Prayer Time , Court of Jummu Musjit
Drunken dance of eight-armed divintity Shiva, Elephanta india
East Wing rive cave Patna
Entrance of Tomb of Akbar, Sikandarh
IN Punjab
Fount of ablution mosque JAMa
From Clock tower Looking Noth Bombay

Hindu sculpture , Madurai
Head quarters of British agent Mt.abu
Gem lake doing penance-Exposed sun and intense fire - mt.abu
Hindu pride and bride room Bombay
Hindu fakirs on holy men by the Ganges , BanaRas India
Hindu funeral procession , Bystanders and Quaint native shop Agra
Hindu House wife's grinding flour
Hindu Pilgrims bating in scared well of their god vishnu
View in the Famous Piliwar temple
Cows in Calcutta
Weaver in kashmir
Indias of tommorow handsoms school boys in Amristor at the Golden Temple beside the holy tank

Source : http://picgetmob.blogspot.com/2011/03/india-history-in-1900-rare-photos.html